14 Juni 2009

DOA YANG TAK KABUL


Agama Islam menyuruh penganutnya supaya selalu bermohon kepada Allah swt. Setiap doa yang terbit dari hati yang tulus ikhlas akan diperkenankan oleh Allah Yang Maha Pemurah. Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 186 yang bermaksud:

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang aku (Allah) maka (jawablah) bahwa Aku ini dekat. Aku memperkenankan doa orang yang memohon apabila dia (sungguh-sungguh) bermohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, semoga mereka selalu mendapat panduan yang baik”

Banyak orang mengeluh tentang doanya yang masih belum diperkenankan Tuhan. Setiap pagi dan malam dia menadahkan tangan bermohon kepada Allah, tetapi apa yang dimintanya tidak kunjung tiba. Timbul pertanyaan di dalam hatinya: Kenapakah permohonannya itu masih belum dikabulkan Tuhan? Jarang orang yang berusaha untuk melakukan penelitian apakah sebab-sebabnya.

Pada hakikatnya penyebabnya itu terutama terletak pada diri si pemohon itu sendiri. Karena salah satu syarat yang penting agar doa kita dikabul, haruslah doa itu disertai dengan hati yang khusyuk. Bukan berdoa hanya di mulut saja. Tidak ada artinya mulut kumat kamit hingga kering tekak tetapi hati menerawang ke alam lain. Jiwa tidak khusyuk mengadap Ilahi. Dalam salah satu hadis dijelaskan bagaimana sifat dan bentuk doa yang diperkenankan Allah:

“ Apabila kamu meminta kepada Allah, bermohonlah dalam keadaan kamu yakin sepenuhnya akan dikabulkan Tuhan. Allah tidak memperkenankan doa seorang hamba yang hatinya lalai ”.

Dari hadis tersebut, ditegaskan oleh RasuluLlah saw supaya setiap orang yang berdoa harus yakin bahawa doanya akan diperkenankan Tuhan scepat atau lambat. Yakin itu akan timbul apabila seluruh jiwa dan raga dipusatkan mengadap Ilahi.

Salah seorang ulama sufi yang terkemuka, Ibrahim Bin Adham yang hidup pada abad ke delapan, pernah memberikan uraian tentang sebab-sebab doa seseorang tidak diperkenankan Tuhan. Tatkala berkunjung ke Basrah, beliau menerima pertanyaan dari sebahagian penduduk : “Kenapakah nasib kami masih belum berubah, pada hal kami selalu berdoa. Sedangkan Allah menjanjikan dalam al-Quran akan memperkenankan doa setiap orang yang bermohon? Ibrahim Bin Adham memberikan jawaban bahwa sebab-sebabnya ada 10 macam, yaitu:

Yang pertama : Kamu tidak menunaikan hak-hak Allah.
Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya. Hak Allah swt yang paling utama ialah untuk disembah. Setiap orang wajib mensyukuri nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya dengan jalan menyembahnya dengan sebenar-benarnya ibadah.Bagaimanakah Tuhan akan memperkenankan doa seseorang hamba kalau Tuhan mengatakan supaya dia berjalan ke kanan tapi masih ditempuhnya jalan ke kiri?

Ke dua : Kamu tidak mengamalkan isi al-Quran.
Kamu senantiasa membaca al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya. Kitab Suci al-Quran senantiasa dibaca, dilagukan dengan bermacam-macam lagu tetapi isinya tidak dipelajari dan dihayati. Kalau pun ada satu dua ayat yang dapat difahami, tidak pula diamalkan bahkan kadang-kadang sengaja dilanggar.

Ke tiga : Kamu tidak mengamalkan sunnah RasuluLlah saw.
Kamu selalu mengatakan cinta kepada RasuluLlah saw tapi kamu tinggalkan sunnahnya. RasuluLlah saw menunjukkan jalan yang lurus tapi tidak sedikit manusia yang memilih jalan yang bengkok. Kadang-kadang ada juga yang katanya mengikuti Sunnah Rasul tapi apa yang dikerjakannya itu bertentangan dengan apa yang dilakukan atau digariskan oleh RasuluLlah saw. Masih saja mengikuti perkara-perkara khurafat yang bukan dari al-Quran atau as-Sunnah yang sahih.

Ke empat : Kamu patuh kepada syaitan.
Kamu sentiasa menyatakan bermusuhan dengan syaitan laknatuLlah, tapi kamu patuhi dia. Syaitan itu adalah musuh manusia yang selalu berusaha menjatuhkan anak Adam ke lembah kehinaan dengan jalan mempengaruhi nafsu manusia yang jelek. Dalam pergaulan hidup sehari-hari kebanyakan orang berlutut kepada syaitan dengan memperturutkan hawa nafsu yang buruk. Seharusnya manusialah yang menguasai nafsunya dan dengan sikapnya itu dia akan berjaya mengalahkan godaan syaitan.

Ke lima : Kamu menerjunkan diri sendiri ke jurang kebinasaan.
Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya. Kebanyakkan orang ingin memasuki pintu kebahagiaan, tapi sebaliknya dia sendiri seolah-olah mengunci pintu itu. Dia tidak mau mengerjakan kebajikan tapi selalu bergelimang dengan perbuatan dosa dan maksiat.

Ke enam : Ingin masuk Syurga tapi tidak beramal.
Kamu berdoa untuk masuk Syurga tapi kamu sendiri tidak beramal untuknya.

Ke tujuh : Sadar akan mati tapi tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.
Kamu mengatakan bahwa kematian itu pasti datang tapi tidak pula mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kamu mengakui dan insaf bahwa hidup di dunia ini hanya sementara saja, sedangkan hidup yang abadi ialah di akhirat kelak. Namun demikian kamu tidak mengerjakan amal saleh yang akan menjadi anak kunci membuka pintu kehidupan yang abadi itu.

Ke delapan : Kamu melihat cacat orang lain, cacat sendiri tidak nampak.
Kamu sibuk memikirkan dan mengurus aib saudara-sudaramu, tapi kamu tidak melihat aib kamu sendiri . Orang yang demikian selalu menuding jari kepada orang lain tapi amat jarang menghadapkan telunjuknya ke dadanya sendiri.

Ke sembilan : Kamu mengecap nikmat tetapi tidak bersyukur.
Kamu makan nikmat Ilahi tapi kamu tidak bersyukur atas kurnia itu. Sejak kecil manusia menikmati nikmat Ilahi dan beratus-ratus kurniaan yang lainnya tapi tidak berterima kasih, malah kadang-kadang membangkang menunjukkan sikap bongkak dan lupa daratan.

Ke sepuluh : Kamu menguburkan jenazah tapi tidak menginsafkan diri.
Kamu turut menguburkan orang yang mati tapi kamu sendiri tidak mengambil iktibar dari peristiwa itu. Kalau ada orang yang meninggal dunia kamu selalu tidak ketinggalan turut menghantar jenazah itu sampai ke kubur, tapi malang sekali jarang kamu mengambil pelajaran dari kejadian itu. Bahawa apabila hari ini kita turut menghantar orang ke kubur, mungkin esok lusa kita sendiri akan dihantar orang.

Demikianlah sepuluh sebab doa seseorang tidak diperkenankan Allah SWT menurut butir-butir hikmah Ibrahim bin Adham. Ini seharusnya mengetuk pintu hati setiap mukmin untuk melakukan introspeksi. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang mukmin yang melaksanakan kewajiban dengan ikhlas dan yakin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar